1.
PENGERTIAN
PRESENTASI
Presentasi merupakan kegiatan berbicara di depan
orang banyak atau salah satu bentuk komunikasi. presentasi adalah topik
pengajuan kegiatan, pendapat atau informasi kepada orang lain. Tidak seperti
pidato lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi
lebih sering dilakukan di bisnis pertunjukan.
Tujuan dari presentasi dari semua jenis, misalnya, untuk
membujuk, untuk menginformasikan, atau untuk meyakinkan. Untuk menjadi
baik menyajikan, orang sering belajar ahli presentasi. Juga, ada banyak
pembicara terkenal yang sering diamati oleh orang-orang yang ingin tahu
bagaimana berbicara di depan umum.
Berbicara keterampilan di depan penonton sangat penting
bagi siapa pun yang ingin maju. Banyak presiden, manajer, tenaga penjualan, dan
seorang guru yang menjadi terkenal melalui keterampilan yang sukses dan
presentasinya.
Menurut KBBI Presentasi di definisikan
pre·sen·ta·si /préséntasi/ n 1 pemberian
(tt hadiah); 2 pengucapan pidato (pd penerimaan suatu jabatan); 3 perkenalan
(tt seseorang kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih tinggi); 4 penyajian
atau pertunjukan (tt sandiwara, film, dsb) kpd orang-orang yg diundang;
mem·pre·sen·ta·si·kan v menyajikan; mengemukakan (dl diskusi dsb).
2.
PERSIAPAN YANG DILAKUKAN SEBELUM DAN SESUDAH PRESENTASI
1. Tahap Persiapan
Dalam tahap persiapan ada beberapa
hal yang harus Anda lakukan diantaranya adalah menentukan topik, menetapkan
tujuan, mengenali situasi dan mengenali audiens, menyusun materi, menentukan
pendekatan yang digunakan, menyusun desain slide, dan latihan.
Menentukan Topik
Apa topik yang akan saya sampaikan?
Apakah topik ini dibutuhkan audiens? Mengapa saya menyampaikan topik ini?
Itulah beberapa pertanyaan yang
perlu Anda tanyakan pada diri Anda sebelum menentukan topik presentasi. Dengan
begitu Anda akan mudah menemukan topik dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan
audiens. Usahakan topik Anda menarik dan menggugah audiens untuk mendengarkan.
Menetapkan Tujuan
Apa yang Anda harapkan dari
presentasi Anda? Jawaban dari pertanyaan ini yang akan menjadi arah dari
presentasi Anda. Setiap presentasi harus punya tujuan. Dengan memiliki tujuan,
Anda akan lebih baik dalam melakukan persiapan, lebih berhati-hati dalam
tindakan, tampil lebih cerdas dan tepat sasaran, tentunya dengan hasil akhir
yang berkesan bagi audiens. Buat tujuan Anda dengan jelas, bisa dicapai dan
Anda tahu betul bagaimana mencapainya.
Mengenali Situasi dan Audiens Anda
Mengenali situasi dan mengenali
audiens akan membuat Anda jauh lebih
tenang. Dalam hal ini Anda perlu melakukan koordinasi dengan audiens, atau
panitia penyelanggara untuk menanyakan hal-hal yang ingin Anda ketahui.
Seperti, dalam acara apa Anda melakukan presentasi, berapa lama waktu untuk
presentasi, presentasi dilakukan di luar ruangan atau di dalam, adakah sarana
pendukung yang digunakan, siapa saja yang akan hadir, berapa usia mereka,
bagaimana tingkat pendidikannya, apa jabatannya, berapa rasio jumlah laki-laki
dan perempuan, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan Anda.
Menyusun Materi
Langkah selanjutnya adalah menyusun
materi. Dalam menyusun materi dibutuhkan
kejelian dan ketepatan. Kenapa harus jeli dan tepat? Kejelian berhubungan erat
dengan kemampuan presenter dalam memilih sumber yang bisa dipercaya sedangkan
ketepatan berhubungan dengan kesesuaian materi dengan apa yang dibutuhkan oleh
audiens. Jadi sebagai presenter yang baik, Anda tidak bisa asal-asalan dalam
menyiapkan materi yang akan Anda sampaikan.
Ada syarat yang harus dipenuhi dalam
menyusun materi, antara lain materi harus sesuai dengan topik, update dan
terpercaya. Anda bisa mendapatkan materi dari pengalaman pribadi, buku, jurnal,
hasil penelitian, majalah, internet atau koran. Satu lagi yang harus Anda
pahami, jangan membuat materi yang terlampau banyak dan jangan gunakan kata
atau kalimat yang Anda sendiri tidak memahaminya.
Menentukan Pendekatan yang Anda
Gunakan
Setiap presentasi membutuhkan metode
yaitu sebuah pendekatan yang Anda gunakan dalam menyampaikan materi. Metode
yang baik adalah metode yang sesuai dengan topik yang Anda sampaikan. Ada
beberapa metode yang bisa Anda terapkan diantaranya ceramah, eksperimen,
simulasi, demonstrasi, ceramah plus dan lain-lain. Silahkan Anda eksplorasi
metode yang paling cocok dengan topik Anda. Keberhasilan Anda memilih metode
yang tepat akan membawa Anda menjadi presenter yang lebih efektif.
Menyusun Slide Presentasi
Jika presentasi Anda menggunakan
slide, maka langkah selanjutnya adalah menyusun slide presentasi Anda semenarik
mungkin. Dalam membuat slide ada beberapa prinsip yang harus Anda pahami.
§
Sederhana
§
Konten yang kuat
§
Font yang indah
§
Gambar yang menarik dan sesuai
§
Penggunaan warna yang tepat
§
Mematuhi prinsip CRAP, yaitu contrast atau
kontras, repetition atau pengulangan , Alignmentatau
perataan dan proximity atau kedekatan.
Latih Presentasi Anda
Semua pembicara handal selalu
melakukan latihan sebelum melakukan presentasi. Dengan latihan yang baik Anda
akan lebih percaya diri, mampu menyesuaikan materi dengan waktu, dan Anda akan
menemukan cara terbaik dalam menyampaikan presentasi.
2. Tahap Membawakan
Dalam membawakan presentasi Anda
bisa menggunakan struktur tiga bagian, yaitu pembukaan, pembahasan dan penutup.
Membuka Presentasi
Pembukaan yang baik sangat
menentukan keberhasilan sebuah presentasi sebagaimana pembukaan yang buruk juga
cenderung membuat presentasi menjadi gagal. Ada banyak cara untuk membuka
presentasi dengan menarik, diantaranya dengan cerita, mengajukan pertanyaan, menggunakan
kutipan, menunjukkan data dan fakta, menggunakan intermezzo, menjelaskan
maksud dan tujuan atau menggunakan humor. Anda
tinggal memilih mana yang paling cocok untuk diri Anda.
Pembahasan
Ini adalah tahap inti dari
presentasi Anda. Disinilah secara keseluruhan materi Anda sampaikan. Anda harus
menjelaskan materi Anda secara tersetruktur dan jelas, selain itu Anda juga
harus terampil menggunakan transisi antar sub topik, supaya audiens memperoleh
kejelasan alur presentasi Anda. Sampaikan materi dengan penuh antusias dan
semangat, optimalkan bahasa
tubuh dan intonasi suara Anda. Buat
audiens Anda terlibat dalam presentasi Anda dengan mengajukan pertanyaan,
mengajak audiens Anda bergerak dan mempengaruhi emosi mereka dengan cerita yang
inspiratif. Jika ini Anda lakukan dengan baik, maka apa yang menjadi tujuan
presentasi Anda akan tercapai.
Menutup Presentasi
Jangan pernah tinggalkan audiens
Anda dengan kebingungan, tapi tinggalkan mereka dengan sesuatu yang bermakna
yang akan mereka ingat selama-lamanya. Tutup presentasi Anda dengan
menyimpulkan inti dari presentasi Anda, buatlah dalam kalimat pernyataan, selanjutnya
sampaikan call to action Anda. Satu lagi yang perlu Anda
catat, jangan pernah menutup
presentasi Anda dengan kalimat yang
terlampau panjang dan jangan minta maaf.
Itulah tiga langkah yang bisa Anda
lakukan dalam membawakan presentasi. Lakukan itu dengan baik dan Anda akan
diingat audiens sebagai presenter yang menginspirasi.
Catatan penting:
Sebelum tampil ada beberapa hal yang
harus Anda lakukan yaitu datang lebih awal, periksa kondisi ruangan, peralatan
pendukung dan hal-hal teknis yang lain.
3. Tahap Evaluasi
Ini adalah satu kebiasaan positif
yang harus Anda lakukan setelah selesai melakukan presentasi. Hal ini saya
maksudkan untuk mengevaluasi mana-mana yang tidak berjalan sesuai rencana, mana
yang harus mendapat perbaikan dan mana yang harus dipertahankan. Dan yakinlah
ini akan memberikan dampak positif untuk presentasi Anda selanjutnya.
Demikianlah langkah-langkah yang
bisa Anda lakukan dalam menampilkan presentasi yang cerdas dan meyakinkan.
Semoga bisa membantu Anda menampilkan presentasi yang lebih baik. Sekarang
saatnya Anda rubah dunia Anda dengan menjadi pembicara hebat dan menginspirasi.
3.
ALAT BANTU YANG DIGUNAKAN DALAM PRESENTASI DAN MANFAATNYA
1. Laptop
dan proyektor.
Manfaatnya adalah untuk
menampilkan apa yang sedang dipresentasikan. Keberadaannya bisa disamakan
dengan tulisan di kertas, tulisan di papan tulis maupun tulisan di slide yang
menggunakan overhead proyektor .
2.
Alat
Peraga
Manfaatnya
adalah untuk menanamkan produk Anda dalam memori audien. Untuk produk yang
perlu operasioal tertentu, misalnya alat-alat rumah tangga, produk elektronik,
Anda harus jelaskan cara menggunakan, manfaat, cara mengatasi problem
operasional, cara mengganti spare part dan lain-lain.
Yang
pasti dengan membawa alat peraga, presentasi Anda akan lebih menarik dan akan
lebih mendukung kepentingan pemasaran produk Anda.
3.
Sound System
Manfaatnya
adalah untuk mengeraskan suara anda agar semua audien mendengar. Tata suara
yang baik akan membuat audien betah mengikuti presentasi. Tanpa pengeras suara,
sebuah presentasi yang diikuti banyak audien dalam sebuah ruangan yang cukup
besar tidak akan bisa berlangsung karena tidak semua audien mendengar apa yang
kita sampaikan.
4.
Lampu
Manfaatnya adalah untuk memberikan penerangan yg cukup di
dalam ruangan, terutama jika melakukan presentasi di malam hari. Lampu atau
sumber cahaya juga sangat penting. Tanpa sumber cahaya yang cukup, presentasi
dipastikan tidak akan berlangsung secara baik dalam waktu yang lama. Tanpa
penerangan yang cukup, audien cenderung akan mudah mengantuk dan tidak
konsentrasi.
Pastikan bahwa alat penerang khususnya pada malam hari cukup
menerangi semua audien maupun kita sebagai presenter.
Khusus untuk lampu yang di dekat layar dari slide proyektor,
ada baiknya jika diredupkan untuk memperjelas pandangan ke layar.
Alat bantu tersebut keberadaanya
memang tidak mutlak, namun sangat mendukung keberhasilan sebuah presentasi.
Yang tidak kalah penting adalah kemampuan kita sebagai presenter baik dalam
berbicara maupun menggunakan berbagai alat bantu tersebut dengan baik.
4.
PENTINGNYA MENGANALISA AUDIENCE PADA SAAT PRESENTASI
Apakah penting menganalisa audiens
ketika presentasi ?
Ya,
sangat penting. Karena keberhasilan seorang pembicara dalam presentasi bergantung
pada audiens. Terkadang ketika ingin melakukan sebuah presentasi, kita harus
memperhatikan beberapa aspek yang berhubungan dengan audience, yaitu :
1. Siapa
audiens kita ?
Itu dapat ditinjau dari beberapa hal,
misalnya dari sisi pekerjaan atau jabatan, status, pekerjaan, jenis kelamin,
agama, asal daerah, pendidikan dan sebagainya. Karena jangan sampai dalam
menyampaikan presentasi, seseorang tidak bisa menyesuaikan materi dengan
audiens.
2. Apa
yang diinginkan audiens ?
Dengan memahami keinginingan audiens,
tentu saja seorang pembicara akan mampu melakukan presentasi sebaik mungkin,
sehingga apa yang diinginkan audiens dapat terpenuhi dengan baik.
3. Kapan
melakukan presentasi ?
Hal ini salah satu aspek yang sangat penting, karena
jangan sampai membuat audiens bosan mendengarkan presentasi kita. Misalnya,
ketika kita melakukan presentasi pada malam hari, bagaimana membuat audiens
tidak mengantuk dalam mendengarkn presentasi
kita. Tentunnya hal itupun tergantung pada seorang pembicara. Dia/kita harus
mempunyai trik-trik menarik untuk memancing respon yang baik dari audiensnya.
Tidak
ada salahnya juga ketika melakukan sebuah presentasi, seorang pembicara
sesekali mengajukan beberapa pertanyaan kepada audiensnya. Hal itu bertujuan
agar audiens ikut berperan dalam presentasi kita. Itu pun salah satu trik yang
menarik dalam sebuah presentasi.
Itulah
beberapa aspek yang harus kita perhatikan dalam melakukan sebuah presentasi.
Karena audiens adalah objek yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah
presentasi.
5.
PENTINGNYA PRESENTASI
BAGI SEORANG PEMIMPIN ORGANISASI
Apa pentingnya presentasi bisnis
bagi seorang pemimpin organisasi ?
1. Penting
untuk menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada audiens.
Tentu saja pesan-pesan bisnis yang ingin
disampaikan harus menarik, mudah dipahami, dan bermutu. Seorang pemimpin
organisasi pun harus pintar dalam memilih materi, jangan sampai isinya monoton,
membosankan, tidak jelas dan bahasanya sulit dipahami.
2. Menghibur
audiens.
Tidak ada salahnya seorang pemimpin
organisasi menyampaikan sebuah presentasi bisnis dengan menyelipkan humor-humor
agar para audiens tidak merasa jenuh. Tapi ingat, itu hanya sebagai selingan,
bukan bahan materi utama.
3. Memotifasi
audiens untuk bertindak sesuatu.
Dalam memotifasi audiens, seorang pemimpin
organisasi perlu menyampaikan presentasinya secara jelas dan tegas, itu
bertujuan agar audiens bisa benar-benar merasa bahwa presentasi yang
disampaikan pemimpin organisasi sangat bermutu dan berkualitas. Dan untuk
menyampaikan presentasi yang bisa memotifasi audiens, seorang pembicara
dituntut untuk jangan terlalu banyak
menggunakan bahasa yang bersifat basa-basi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar